<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Fenomena Telur Berdiri</title>
	<link>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri</link>
	<description>Open Development of Muhammad Ridwan Nawawi</description>
	<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 23:46:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: RAYSA MURLIA</title>
		<link>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-1790</link>
		<dc:creator>RAYSA MURLIA</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 14:49:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-1790</guid>
		<description>memang bisa telur di berdirikan bahkan aku dah pernah berdiriin telur . waktu itu aku lagiada praktek jadi aku coba aja aku gak bohong lho!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang bisa telur di berdirikan bahkan aku dah pernah berdiriin telur . waktu itu aku lagiada praktek jadi aku coba aja aku gak bohong lho!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pharma462</title>
		<link>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-676</link>
		<dc:creator>Pharma462</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 05:16:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-676</guid>
		<description>Very nice site!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Very nice site!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mridwann</title>
		<link>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-59</link>
		<dc:creator>mridwann</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 11:29:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-59</guid>
		<description>Kutipan dari http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20204&#38;id=177

Fisikawan Prof. David Allan pernah melakukan percobaan mendirikan telur. Hasilnya, ia mendapati bahwa telur dapat diberdirikan kapan saja ia mau. Namun, memang lebih mudah mendirikan telur ketika Bumi berada pada posisi equinox (ketika sumbu rotasi Bumi dan garis Bumi ke Matahari tegak lurus). Posisi ini biasa terjadi sekitar tanggal 21 atau 22 Maret (terutama saat bulan purnama). Pada posisi equinox, jarak Matahari ke Kutub Utara dan Kutub Selatan sama panjangnya. Akibatnya, lama waktu antara siang dan malam sama. Prof. Allan kemudian mencoba menjelaskan peristiwa ini melalui teori barunya soal gravitasi. Dalam teorinya, Prof. Allan berpendapat bahwa di antara Matahari dan Bumi terdapat garis-garis medan gravitasi yang dapat mempengaruhi elektron-elektron dalam telur. Gerakan elektron-elektron inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan pada telur sehingga telur dapat berdiri.

Namun, teori ini masih diragukan. Suatu saat siapa tahu Anda dapat menemukan teori baru untuk menjelaskan gejala ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan dari <a href="http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20204&amp;id=177" rel="nofollow">http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20204&amp;id=177</a></p>
<p>Fisikawan Prof. David Allan pernah melakukan percobaan mendirikan telur. Hasilnya, ia mendapati bahwa telur dapat diberdirikan kapan saja ia mau. Namun, memang lebih mudah mendirikan telur ketika Bumi berada pada posisi equinox (ketika sumbu rotasi Bumi dan garis Bumi ke Matahari tegak lurus). Posisi ini biasa terjadi sekitar tanggal 21 atau 22 Maret (terutama saat bulan purnama). Pada posisi equinox, jarak Matahari ke Kutub Utara dan Kutub Selatan sama panjangnya. Akibatnya, lama waktu antara siang dan malam sama. Prof. Allan kemudian mencoba menjelaskan peristiwa ini melalui teori barunya soal gravitasi. Dalam teorinya, Prof. Allan berpendapat bahwa di antara Matahari dan Bumi terdapat garis-garis medan gravitasi yang dapat mempengaruhi elektron-elektron dalam telur. Gerakan elektron-elektron inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan pada telur sehingga telur dapat berdiri.</p>
<p>Namun, teori ini masih diragukan. Suatu saat siapa tahu Anda dapat menemukan teori baru untuk menjelaskan gejala ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pj</title>
		<link>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-58</link>
		<dc:creator>pj</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 11:27:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.ridwanforge.net/blog/fenomena-telur-berdiri#comment-58</guid>
		<description>Berikut kutipan dari http://groups.yahoo.com/group/sains/message/2785 tentang "Telor Berdiri: 

Di negeri China ada budaya ketika perayaan Peh Cun yaitu saat matahari berada di "posisi istimewa" yaitu tepat di atas zenit (ini terjadi sekitar 18-24 Juni) gaya tarik matahari konon dapat membuat telur berdiri tegak. Sehingga mendirikan telur juga merupakan bagian dari festival budaya ini. Namun berdasarkan kajian sains berdirinya telur bukan utama disebabkan oleh gravitasi matahari, kalau toh ya jelas bukan faktor utama. Nah kalau di Indonesia seharusnya perayaan ini
diadakan sekitar Maret-April mengingat Indonesia berada lintang 6LU-8LS saat matahari berada di zenit (tepat di atas kepala) pengamat di Indonesia. Secara astronomis saat matahari berada tepat di zenith suatu tempat disebut dengan
peristiwa "transit utama matahari". 

Posisi ini memang bisa dibilang "istimewa" karena hari itu saat tengah hari selama beberapa menit kita akan kehilangan bayangan kita. Namun hubungannya dengan dengan gravitasi yg bisa membuat telur berdiri tegak masih perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut kutipan dari <a href="http://groups.yahoo.com/group/sains/message/2785" rel="nofollow">http://groups.yahoo.com/group/sains/message/2785</a> tentang &#8220;Telor Berdiri: </p>
<p>Di negeri China ada budaya ketika perayaan Peh Cun yaitu saat matahari berada di &#8220;posisi istimewa&#8221; yaitu tepat di atas zenit (ini terjadi sekitar 18-24 Juni) gaya tarik matahari konon dapat membuat telur berdiri tegak. Sehingga mendirikan telur juga merupakan bagian dari festival budaya ini. Namun berdasarkan kajian sains berdirinya telur bukan utama disebabkan oleh gravitasi matahari, kalau toh ya jelas bukan faktor utama. Nah kalau di Indonesia seharusnya perayaan ini<br />
diadakan sekitar Maret-April mengingat Indonesia berada lintang 6LU-8LS saat matahari berada di zenit (tepat di atas kepala) pengamat di Indonesia. Secara astronomis saat matahari berada tepat di zenith suatu tempat disebut dengan<br />
peristiwa &#8220;transit utama matahari&#8221;. </p>
<p>Posisi ini memang bisa dibilang &#8220;istimewa&#8221; karena hari itu saat tengah hari selama beberapa menit kita akan kehilangan bayangan kita. Namun hubungannya dengan dengan gravitasi yg bisa membuat telur berdiri tegak masih perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
