Fenomena Telur Berdiri

Ada satu fenomena alam, yakni hari telur dapat berdiri, yang terjadi pada setiap tanggal 5 bulan 5 imlek:

  • Tahun 2006 : 31 Mei 2006
  • Tahun 2007 : 19 Juni 2007
  • Tahun 2008 : 8 Juni 2008

Fenomena ini jelas ada di kalender imlek sebagai hari raya “Twan Yang” (saat matahari memancarkan cahaya paling keras / Hari Kehidupan), ada legenda “peh cun” pada hari itu, tentunya disertai dengan makanan Ba Cang (etimologi dialek Fujian; Ba Cang berarti daging babi yang dibuat dari nasi yang dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan pita merah)

Saya pernah tanyakan hal ini ke Prof. Yohanes Surya dan juga ke Majalah Kuark (majalah science untuk pelajar SD), masih belum ada jawaban.
Tahun 2007 lalu, Bu Evi Trisna yang sekantor dengan Prof. Yo mencoba fenomena ini di kantornya, dan berhasil mendirikan telor. Bahkan, dia ceritera kalau rekan di kantornya bahkan ada yang berhasil mendirikan telor di atas mouse komputer.
Juga Pasutri Pak Tjetjep - Bu Lily sudah mencobanya di rumah, dan berhasil, bahkan telor di rumahnya dapat berdiri lebih dari 1 hari.

Silahkan tahun ini, 8 Juni 2008 nanti.
Siapkan dulu telor, jangan disimpan di lemari es.
Selamat mencoba!

sumber : http://indonesian-information.blogspot.com/

Share this article : These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Reddit
  • YahooMyWeb
  • StumbleUpon
  • Furl

Tags: , , , , , , , , ,

Related posts

2 comments so far

Berikut kutipan dari http://groups.yahoo.com/group/sains/message/2785 tentang “Telor Berdiri:

Di negeri China ada budaya ketika perayaan Peh Cun yaitu saat matahari berada di “posisi istimewa” yaitu tepat di atas zenit (ini terjadi sekitar 18-24 Juni) gaya tarik matahari konon dapat membuat telur berdiri tegak. Sehingga mendirikan telur juga merupakan bagian dari festival budaya ini. Namun berdasarkan kajian sains berdirinya telur bukan utama disebabkan oleh gravitasi matahari, kalau toh ya jelas bukan faktor utama. Nah kalau di Indonesia seharusnya perayaan ini
diadakan sekitar Maret-April mengingat Indonesia berada lintang 6LU-8LS saat matahari berada di zenit (tepat di atas kepala) pengamat di Indonesia. Secara astronomis saat matahari berada tepat di zenith suatu tempat disebut dengan
peristiwa “transit utama matahari”.

Posisi ini memang bisa dibilang “istimewa” karena hari itu saat tengah hari selama beberapa menit kita akan kehilangan bayangan kita. Namun hubungannya dengan dengan gravitasi yg bisa membuat telur berdiri tegak masih perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut.

pj
June 8th, 2008 at 18:27

Kutipan dari http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20204&id=177

Fisikawan Prof. David Allan pernah melakukan percobaan mendirikan telur. Hasilnya, ia mendapati bahwa telur dapat diberdirikan kapan saja ia mau. Namun, memang lebih mudah mendirikan telur ketika Bumi berada pada posisi equinox (ketika sumbu rotasi Bumi dan garis Bumi ke Matahari tegak lurus). Posisi ini biasa terjadi sekitar tanggal 21 atau 22 Maret (terutama saat bulan purnama). Pada posisi equinox, jarak Matahari ke Kutub Utara dan Kutub Selatan sama panjangnya. Akibatnya, lama waktu antara siang dan malam sama. Prof. Allan kemudian mencoba menjelaskan peristiwa ini melalui teori barunya soal gravitasi. Dalam teorinya, Prof. Allan berpendapat bahwa di antara Matahari dan Bumi terdapat garis-garis medan gravitasi yang dapat mempengaruhi elektron-elektron dalam telur. Gerakan elektron-elektron inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan pada telur sehingga telur dapat berdiri.

Namun, teori ini masih diragukan. Suatu saat siapa tahu Anda dapat menemukan teori baru untuk menjelaskan gejala ini.

mridwann
June 8th, 2008 at 18:29

Leave a Reply

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website