Om raam punjabi, rajanya sinetron indonesia mungkin memiliki keterbatasan kreatifitas. Akhirnya karya-karya mereka dapat diketahui trennya saat ini. Banyak kesamaan diantara karyanya. Berikut analisisnya.
Judulnya dapat digeneralisasikan menjadi :
Tatasurya : Mentari, Bulan, Bintang, cahaya dll)
Nama Bunga : Melati, Mawar, Anggrek, dll
Awalan ter- : tersanjung, tercinta, dll
Sedangkan jenis cerita biasanya tidak jauh2 dari :
Percintaan
Seorang cewek pemdiam, baik hati dan biasanya anak ini wanita yang paling cantik dan punya temen yang jelek dan gendut disekolahnya. Ada seorang pria ganteng disekolah yang mencintainya. Tapi ada juga temann wanita yang tidak menyukainya.
Perebutan harta
Ibu tiri yang menikahi ayahnya dengan tujuan mendapatkan hartanya. Ibu tiri menganiaya anak suaminya.Trus ada seorang pria yang mencoba membantunya agar hartanya tidak jatuh ke ibu tiri. Ibu tiri dan anak ibu tiri biasanya judes abisss.
Anak orang kaya yang hilang
Anak yang mencari sesuap nasi berusaha untuk hidup. Anak ini memiliki teman orang kaya. Tapi keluarga orang kaya tidak suka dengan anak tersebut, hingga suatu ketika tanpa sengaja bertemu anak tersebut dengan orang tua aslinya.
Mistis dan spesiesnya
Anak durhaka kepada orang tua, Azab kubur akibat berbuatan tidakbaiknya, pesugihan, cerita mahluk halus dan kejadian gaib lainnya.
So, apa yang akhirnya apa yang mereka lakukan untuk keluar dari keterbatasan kreatifitasnya?Yup mereka melakukan plagiatisme terhadap karya bangsa lain. Tetapi tidak semua seperti itu karena banyak juga karya hebat dan yang memiliki kreatifitas tinggi.
Yah… beginilah hasil analisis saya. Bukan maksud men-diskreditkan mereka, tapi inilah kenyataan. Banyak sisi negatif dari sinetron. Apalagi merusak kawula muda yang masih menginjak remaja dan makan bangku sekolah. Gambaran sekolah di sinetron diubah, mereka pakai giwang besar, rambut gondrong, baju warna-warni yang sangat berbeda dengan sekolah pada umumnya. Hal ini kemudian diikuti dan pastiny merusak budaya bangsa. Buka mata, ini nyata, hanya di Indonesia.
Jadi marilah kita serukan “Anti Sinetron”…!
Tags: anti, cerita, indonesia, karya, kreatifitas, punjabi, sekolah, sinetron, trend












8 comments so far
wan, ternyata lu pecinta sinetron y… nyatanya lu bisa nganalisis, brarti kan lu ngikutin perkembangannya terus:p
March 14th, 2008 at 13:07
yaeyalah…
March 16th, 2008 at 20:15
sebenernya ridwan itu lebih tepat dibilang ‘pengamat sinetron’ daripada ‘anti-sinetron’.
March 19th, 2008 at 19:14
sepertinya saya setuju dengan analisisnya
March 25th, 2008 at 10:32
Wah bagus juga analisisnya
May 21st, 2008 at 23:52
mo tambahain satu analisis baru…
kalo kita bandingin antara film indonesia dan film barat tuh bedanya di proses. misal waktu si silvester stallone mo ikut bertinju lagi dalam rambo IV ada proses perjuangan untuk memenuhi tuntutan fisiknya, begitupun dengan film kungfu jacky chan yang sering kena bantai sama orang yang lebih jago kungfu akhirnya berproses dan mempelajari kungfu lebih dalam lagi.
Nah sedangkan film indonesia dengan sukses berhasil mem-By pass proses itu. misal melalui doa yang langsung terkabulkan atopun dengan meminta bantuan Jin (wkwkwkwkw parah nih) maka jadilah ia jagoan.
ini dah masuk FB maaf kalo repost..!!
October 20th, 2008 at 06:32
hahaha….
ternyata banyak yg reply analisis ini di facebook
http://www.facebook.com/topic.php?xid=cause_15440_board&app_id=2318966938&c_url=http%253A%252F%252Fapps.facebook.com%252Fcauses%252Fcauses%252F15440%252Fdiscussion_board&r_url=http%253A%252F%252Fapps.facebook.com%252Fcauses%252F15440%253Frecruiter_id%253D19537362&sig=4fac736af40d06fcafc82f314bc21aa4&topic=219
November 1st, 2008 at 22:26
setuju bro…gw soalnya paling anti sinetron juga…ga bikin pinter..ga mendidik…hehehe ANTI SINETRON INDONESIA..!
November 24th, 2008 at 08:57
Leave a Reply